RSS

Bakmoi

08 May

bakmoi

Pertama kali makan bakmoi di Jogja, saya langsung suka.

Versi yang saya makan adalah versi halal, yang dimasak oleh tetangga-tetangga saat saya masih ngontrak di daerah Gondomanan, Jogja. Kalau tidak salah waktu itu ada hajatan tujuhbelasan atau apa gitu, deh. Kebersamaan di kampung sini sangat kental. Dari mereka lah saya belajar bahasa Jawa, beda dengan teman-teman sekolah saya yang lain yang tinggal di kos/asrama. Mereka biasanya menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, tidak begitu terekspos dalam bahasa dan budaya Jogja. Memang itu enaknya tinggal di kampung.

Setelah itu bakmoi-bakmoi lain yang saya makan, belum bisa mengalahkan enaknya bakmoi pertama saya itu. 🙂

Konon bakmoi aslinya menggunakan daging babi, namun seiring waktu masakan ini sudah diadaptasi menjadi masakan yang bisa dinikmati lebih banyak kalangan. Sayang kalo ga nyobain, rasanya ringan, ga macem-macem.

Bahan:
2 tahu putih besar, potong dadu, goreng setengah matang
200g daging ayam beserta tulang, rebus, potong dadu.
100g udang — cincang, kulitnya jangan dibuang
10bh telur puyuh/telur ayam rebus
4 bawang putih — cincang — kulitnya jangan dibuang
kecap asin
kecap manis
saus tiram
merica
daun bawang — iris tipis
daun seledri yang buanyak — iris tipis
minyak goreng

kaldu:
kaldu rebusan ayam + 2 cm jahe, geprek

pelengkap:
air bawang putih — haluskan bawang putih, campur dengan air hangat.
seledri iris tipis
bawang merah goreng
bawang putih goreng tumbuk
sambal kecap — kecap manis + irisan cabe

Cara:
Panaskan minyak. Masukkan kulit bawang putih & kulit udang. Angkat kulit2 tadi.
Tumis bawang putih, masukkan daging ayam, udang cincang sampai harum. Tambahkan kecap asin, kecap manis, dan saus tiram. Masukkan tahu, merica dan sedikit air, asal tahu terendam air. (boleh tambah garam jika suka — aku ga pake garam sama sekali)
Masukkan telur rebus, masak sampai bumbu meresap dan telur berubah warna menjadi kecoklatan.

Penyajian:
Dihidangkan seperti soto di Jawa Tengah, yaitu dicampur dengan nasi. Tapi kalau tidak suka ya dipisah saja. Sesuai selera saja.
Jangan lupa kasih seledri yang banyak. Menurut saya, seledri yang melimpah ruah ini yang membuat masakan-masakan berkuah bening dari Jawa Tengah jadi punya cita rasa ngangenin. 🙂
O ya, air bawang putih itu katanya khas Semarang. Aku sih belum pernah makan yang model gini. Tapi enak lho emang kalo dikasih air bawang putih.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 8, 2010 in chicken, prawny, Tahu & Tempe

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: