Temenku Cisca menyebut dadar sebagai junk food.
Karena itu waktu membuat makanan ini untuk kedua bocahku, ada rasa bersalah juga karena terngiang-ngiang kata-kata Cisca. hehehehe.
Supaya tidak terlalu merasa bersalah, kusebut saja not-so-junk-food ya, Cis. :p
Ini semacam nasi goreng, tapi tanpa bumbu apa pun kecuali garam dan sedikit bubuk kaldu.

Idenya sederhana saja, membuat nasi terasa lebih istimewa dari biasanya. Jadi yang dilakukan adalah, memanaskan margarine di atas kuali, memecahkan telur dan membuat orak-arik, tambahkan sosis/smoked beef/smoked chicken/corned beef (sorry MSG bertaburan ni) –lalu meratakannya dengan nasi dan beri sedikit garam. Kadang aku pakai kucai, kadang diberi saus ikan, tergantung mood.
Pertama kali mencicipinya Joel langsung jatuh hati dan sudah empat kali aku masakkan buat dia dalam satu bulan ini.. karena dia terbayang-bayang terus rasanya. Ha!
Dari tiga variasi yang kubuat, Joel memutuskan untuk paling menyukai yang pake kornet.






Karena bikinnya darurat, fillingnya hanya kyuri saja, memang sudah niat bikin, tapi belum sempat beli wijen, crabstick, dan tobiko. Akibatnya sushinya jadi kelihatan suram tidak berseri, sendu gitu deh.