RSS

Tag Archives: nasi

Nasi Kukus Berselimut

nasi-selimut

Kemaren bikin nasi kukus daging cincang + smoked beef, tanpa rice cooker. Jadi beras diaron bersama bumbu-bumbu, yang dimasak bersama kaldu daging hingga kaldu mengering. Setelah itu nasi setengah matang itu dikukus agak lama. Hasilnya, nasinya lebih.. ehmm… apa ya istilahnya, kalo pasta tu al dente deh, ga selembek hasil rice cooker.

Supaya lebih menarik, nasinya dibungkus dadar kayak gini, kemudian disobek bagian atasnya. Lebih menarik kan?

O ya, bumbunya hanya bawang bombay dan bawang putih, sedikit saus tiram.

 
Leave a comment

Posted by on May 22, 2010 in meaty, rice & pasta, telur

 

Tags:

Bakmoi

bakmoi

Pertama kali makan bakmoi di Jogja, saya langsung suka.

Versi yang saya makan adalah versi halal, yang dimasak oleh tetangga-tetangga saat saya masih ngontrak di daerah Gondomanan, Jogja. Kalau tidak salah waktu itu ada hajatan tujuhbelasan atau apa gitu, deh. Kebersamaan di kampung sini sangat kental. Dari mereka lah saya belajar bahasa Jawa, beda dengan teman-teman sekolah saya yang lain yang tinggal di kos/asrama. Mereka biasanya menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, tidak begitu terekspos dalam bahasa dan budaya Jogja. Memang itu enaknya tinggal di kampung.

Setelah itu bakmoi-bakmoi lain yang saya makan, belum bisa mengalahkan enaknya bakmoi pertama saya itu. :)

Konon bakmoi aslinya menggunakan daging babi, namun seiring waktu masakan ini sudah diadaptasi menjadi masakan yang bisa dinikmati lebih banyak kalangan. Sayang kalo ga nyobain, rasanya ringan, ga macem-macem.

Bahan:
2 tahu putih besar, potong dadu, goreng setengah matang
200g daging ayam beserta tulang, rebus, potong dadu.
100g udang — cincang, kulitnya jangan dibuang
10bh telur puyuh/telur ayam rebus
4 bawang putih — cincang — kulitnya jangan dibuang
kecap asin
kecap manis
saus tiram
merica
daun bawang — iris tipis
daun seledri yang buanyak — iris tipis
minyak goreng

kaldu:
kaldu rebusan ayam + 2 cm jahe, geprek

pelengkap:
air bawang putih — haluskan bawang putih, campur dengan air hangat.
seledri iris tipis
bawang merah goreng
bawang putih goreng tumbuk
sambal kecap — kecap manis + irisan cabe

Cara:
Panaskan minyak. Masukkan kulit bawang putih & kulit udang. Angkat kulit2 tadi.
Tumis bawang putih, masukkan daging ayam, udang cincang sampai harum. Tambahkan kecap asin, kecap manis, dan saus tiram. Masukkan tahu, merica dan sedikit air, asal tahu terendam air. (boleh tambah garam jika suka — aku ga pake garam sama sekali)
Masukkan telur rebus, masak sampai bumbu meresap dan telur berubah warna menjadi kecoklatan.

Penyajian:
Dihidangkan seperti soto di Jawa Tengah, yaitu dicampur dengan nasi. Tapi kalau tidak suka ya dipisah saja. Sesuai selera saja.
Jangan lupa kasih seledri yang banyak. Menurut saya, seledri yang melimpah ruah ini yang membuat masakan-masakan berkuah bening dari Jawa Tengah jadi punya cita rasa ngangenin. :)
O ya, air bawang putih itu katanya khas Semarang. Aku sih belum pernah makan yang model gini. Tapi enak lho emang kalo dikasih air bawang putih.

 
Leave a comment

Posted by on May 8, 2010 in chicken, prawny, Tahu & Tempe

 

Tags: , ,

Nasi Panggang

nasi-panggang

Kata Pampi rasanya kayak lasagna. :)

Berhubung sekarang udah punya oven *pengumuman..pengumuman* masakan bisa lebih bervariasi, dong..

Masakan di atas benar-benar praktis. Memang ini sebenarnya menu sarapan, tapi di Indonesia kan tidak ada pakem yang jelas, omelet mau dimakan kapan saja, oke-oke aja, ga ada yang melarang.

Bikinnya mudah banget.

- Ratakan nasi di dalam pinggan tahan panas, membentuk sebuah lapisan.
- Lapisan berikut adalah tumis sayuran. Saya pakai buncis dan wortel yang ditumis dengan kecap Inggris dan saus tiram.
- Lapisan berikutnya adalah daging asap.
- Lapisan teratas adalah saus putih terigu+susu+keju parut.

Panggang dalam oven, kira-kira 10-15 menit.

 
Leave a comment

Posted by on May 6, 2010 in rice & pasta

 

Tags:

Nasi Tim Ayam Jamur

Sampai umur 18 tahun, yang saya tahu tentang nasi tim adalah nasi yang ditim bersama potongan ayam di dalam mangkuk-mangkuk kecil aluminium/stainless.

Saat kuliah di Jakarta lah baru saya tahu, ternyata nasi tim saya itu tidak dikenal di sini. Orang Jakarta menghidangkan nasi tim yang ayamnya dipotong kecil-kecil atau bahkan dicincang halus. Kadang ayamnya juga ditambahi jamur, juga telur puyuh. Rasanya juga cenderung manis, beda dengan nasi tim ala Bangka yang saya sebut di atas tadi.

Well, kadang saya kangen dengan nasi tim bangka — disebut Kai Fon dalam dialek Hakka, yang sangat kental rasa bawang putihnya. Rasanya tidak manis seperti nasi tim jakarta, karena di Bangka yang disebut kecap itu pasti kecap asin.

Nasi tim Mama saya uenak banget. Beliau suka memarahi saya, karena selalu mengincar yang isinya dada. Seru juga, seperti mencari harta karun, menggali-gali ke dalam mangkuk-mangkuk itu, barangkali menemukan yang isinya dada ayam kampung yang warnanya putih dan bikin lapar!

Untungnya kedua orang adik saya tidak bakal rebutan dada dengan saya. Adik saya yang persis di bawah saya, Dewi, justru emoh makan daging dada. Adik saya yang bungsu, Rita, mau bagian mana saja. Jadi, jatah dada aman. :D

Nasi tim bangka ini sulit didapat di Jakarta. Tapi, saya pernah menemukannya di Restoran Rindu Alam, Puncak. Hmm.. lumayan enak lho, ada sedikit hint arak manis di dalamnya, mirip dengan yang di sebuah rumah makan langganan keluarga kami di daerah Deniang, Sunga Liat. *Halo Thai Ji Holi!*

Nah, kalo ini jelas bukan nasi tim bangka.

nasitim

 
1 Comment

Posted by on April 21, 2010 in rice & pasta

 

Tags:

Nasi Gurih

Temenku Cisca menyebut dadar sebagai junk food. :) Karena itu waktu membuat makanan ini untuk kedua bocahku, ada rasa bersalah juga karena terngiang-ngiang kata-kata Cisca. hehehehe.

Supaya tidak terlalu merasa bersalah, kusebut saja not-so-junk-food ya, Cis. :p

Ini semacam nasi goreng, tapi tanpa bumbu apa pun kecuali garam dan sedikit bubuk kaldu.

nasigurih

Idenya sederhana saja, membuat nasi terasa lebih istimewa dari biasanya. Jadi yang dilakukan adalah, memanaskan margarine di atas kuali, memecahkan telur dan membuat orak-arik, tambahkan sosis/smoked beef/smoked chicken/corned beef (sorry MSG bertaburan ni) –lalu meratakannya dengan nasi dan beri sedikit garam. Kadang aku pakai kucai, kadang diberi saus ikan, tergantung mood.

Pertama kali mencicipinya Joel langsung jatuh hati dan sudah empat kali aku masakkan buat dia dalam satu bulan ini.. karena dia terbayang-bayang terus rasanya. Ha!

Dari tiga variasi yang kubuat, Joel memutuskan untuk paling menyukai yang pake kornet.

 
Leave a comment

Posted by on January 25, 2010 in rice & pasta

 

Tags: ,

Chloe’s First Nasi Tumpeng

tumpeng

Ultah pertama Chloe (28 Mei 2009) diperingati dengan menghadiahkan nasi tumpeng untuknya.

Tumpeng satu ini dibuat dengan resep kompilasi sana-sini. Udah ga inget resep dari mana aja… Yang pasti modifikasi abis, karena rasanya tidak mungkin koki sempat mengaduk-ngaduk itu beras & beras ketan di atas wajan, mending lempar saja tugas berat ini ke rice cooker.

Salah satu resep yang bisa dicontek ada di sini.

Akhirnya… not bad juga hasilnya. Bentuk gunungnya yang agak aneh ini dihasilkan oleh cetakan dari karton bentuk kerucut.. hahahaha… harus kreatif dong kalo peralatan terbatas.

Nasi tumpeng warna kuning mengilat yang berbau wangi daun jeruk. :) Satu-satunya yang dibikin sendiri cuma nasi kuning. Ayam goreng, perkedel, kering tempe, dan sambal semuanya beli. Lain kali mungkin akan dipikirkan caranya agar bisa homemade semua.

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2009 in rice & pasta

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.