“Enak banget! Suka banget! Mau lagi! Tambah dong jamurnya.” Joel Christophe Adiwijaya setelah mencicipi lempah kulat ati dari dapur kokirumah.

Inilah kulat. Kulat adalah bahasa Bangka untuk jamur.
Jamur di atas ini biasa disebut kulat ati (hati), namun waktu saya google hampir tidak ditemukan referensi tentang jamur satu ini, hingga saya menemukan sebuah artikel yang ditulis oleh William Wongso. Kemungkinan ini yang beliau sebut dengan jamur/kulat pelawan, karena jamur satu inilah yang sering dimasuk lempah kuning yang sebenarnya mirip kari dalam rasa.
Oleh William Wongso, jamur ini sempat diduga sebagai chanterelle, jamur perancis yang terkenal. Bahkan, seorang chef masakan perancis mengira ini jamur kering impor dari Perancis saat blind tasting.
Shortly, jamur ini waktu belum dimasak, baunya saja sudah sedaap. Mau tau harganya? Paling murah Rp 400.000/kg. Kadang bisa mencapai 600.000. Mahal? Iya! Mahal banget.
Namun, saya dapat kiriman jamur kering dari Mama tercinta di Bangka, yang mendapatnya langsung dari tangan pertama (kolektor jamur). Jadi, harganya di bawah harga pasar, saya kurang tahu berapa, karena Mama tidak mau kasih tahu, katanya ga seberapa.
Joel yang berumur 5 tahun saja saat mencium bau jamur kering ini langsung komentar, ” Baunya enaak!”
Apalagi setelah dimasak, harumnya sampai ke lantai atas. “Ma… enak banget baunya. Udah ga sabar nih…” Padahal dia harus mandi. Hihihihi.

Fotonya kurang cantik, sori ya. Sudah sore banget dan kekurangan cahaya, dan seperti biasa saya tidak pernah berhasil menghasilkan foto yang cukup artistik dengan menggunakan built-in flash si D70S ini.
Jika cukup beruntung mendapatkan jamur kering ini, berikut resepnya.
Bahan:
-
kulat ati/jamur pelawan kering
-
dada ayam – potong kecil — bisa juga ditambahkan ceker, dan potongan2 ayam, ada juga yang menambahkan ebi
-
10 butir bawang merah – haluskan
-
1 batang sereh – geprek
-
1 ruas lengkuas – geprek
-
santan cair
-
garam
-
minyak goreng
Cara memasak:
-
rendam jamur, kira-kira 15 menit. buang airnya, jangan dipakai karena jamur hutan ini masih mengandung racun.
-
tumis bawang merah, sereh, lengkuas sampai harum
-
masukkan ayam/udang kering/ceker
-
setelah matang, masukkan jamur yang sudah direndam
-
tuang santan sedikit demi sedikit
-
tips: jamur ini harus diolah dengan tepat, jika tidak saat dimakan akan membuat kita pusing (seperti mabuk). untuk memastikan jamur sudah matang, masukkan sedikit beras untuk dimasak bersamaan. Jika beras matang, berarti jamur juga matang.
-
cicipi kurang apa, jangan lupa bubuhkan garam atau gula jika perlu. kalau suka boleh tambah sedikit terasi.
-
rasanya….. heaven!







