Tentang si Koki
Saya adalah koki tetap di rumah ini. Hampir setiap hari saya memasak. Namun karena manusia biasa, saya perlu istirahat juga sekali-sekali.
Saya pernah sangat malas memasak. Anak pertama saya bahkan sempat nyaris tidak pernah merasakan masakan saya. Malas! Kan ada pembantu.
Tapi, suatu hari saya merasa tertampar oleh cerita teman saya yang sudah berusia 40-an, yang juga seorang direktur pada sebuah perusahaan besar, betapa dia sering kangen masakan mamanya dan masakan mamanya adalah the best buat dia.
Sepertinya memori rasa pada indra pengecap seorang manusia merekam dengan sangat baik akan kelezatan masakan ibu yang punya sentuhan khusus: kasih sayang ibu.
Saya juga ingin anak-anak saya nanti selalu mengenang masakan ibunya, yang walau tidak sama dengan masakan restoran, tapi punya ‘sesuatu’ yang membuat mereka teringat pada ibunya.
Lagipula, I found my passion in cooking. Memasak itu menyenangkan. Melihat hasilnya yang sedap dipandang, nikmat di lidah, ringan di kantong, senanglah hati.
Apalagi jika dapat jackpot, anak-anak (termasuk anak yang paling gede = suami) makan dengan lahap.
Homemade food. Made with love.

adrianna
January 1, 2010 at 9:21 pm
wuah, keren
ditunggu resep selanjutnya…
saya juga baru buat blog masak, tapi masih itu2 aja..haha
juswan
June 8, 2011 at 7:10 pm
Kate a ka orang Bangka… he mo he…?
me
June 8, 2011 at 11:57 pm
Hai, Juswan. Betul, aku dari Bangka, Belinyu tepatnya. Salam kenal, he. Tau dr mana blog aku ni?